Rabu, 21 Mei 2014

Juru Parkir Faforitku



      Ntah mengapa, aku begitu memfaforitkan salah satu fenomena dalam perjalananku menuju kampus.
Setiap pagi, aku melalui gang demi gang disepanjang jalan raya Tlogomas. Dan di salah satu gang itu, aku menemukan sosok penuh semangat.
      Sesosok laki-laki yang tak asing dalam sajian pagiku itu, berprofesi sebagai juru parkir. Namun, ntah… Ia selalu membuatku malu, jika aku memulai hari dengan malas. Ia selalu terlihat menyenangkan walau tanpa seutas senyum dibibirnya. Ia terlihat berbeda dari juru parkir yang lain, selalu.
       Dengan penuh semangat, ia ayunkan tangannya tanpa henti, senada dengan peluit yang ditiupnya. Dan ketika ada motor yang ingin menyebrang ia akan maju, menjorok ke jalan dengan isyarat tangan di atas yang menandakan agar pengendara motor di jalan raya memberi kesempatan penyebrang.
       Badannya tegap, wajahnya polos, tatapannya mantap, lurus dan serius. Sekilas dari gerakan tubuhnya, ia terlihat sedikit idiot. Dan bajunya yang lusuh mencerminkan hidupnya yang keras. Tapi tak pernah ia terlihat lesu dan lemas dalam kinerjanya. Simbol-simbol tubuhnya selalu memperlihatkan semangat juangnya yang tinggi.
       Aku tak faham, jurus apa yang ia gunakan. Sehingga ia selalu mampu merubah cemberut di bibirku menjadi sebuah senyum simpul yang permanen. Dan satu hal yang tak mampu ku reka juga, ntah kepada siapa ia persembahkan juangnya. Jerih payahnya. Istrinya kah? Anaknya kah? Ntahlah… Aku tak mengerti. Yang jelas, aku tertarik pada semangatnya. Semangat yang tak pernah teredam dan harus ku miliki. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmah-Nya kepada juru parkir faforitku. Semoga Allah memberkahinya selalu. Amin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar