suatu pagi yang tidak cerah dua orang anak adam (satu orang masih dalam usia anak-anak, satu orang lagi agak dewasa ) tengah berpergian dengan berkendarakan sepeda motor menuju sebuah tempat dengan jarak sekitar 70KM. lebih dari target waktu, mereka sampai ditempat tujuan, maka pulanglah mereka. sesuai dengan cuaca pada keberangkatan mereka, rinai hujan pun mengguyur mereka dengan derasnya. satu orang yang lebih dewasa terlihat terlihat tengah sibuk mengeluarkan jas hujan dari jok sepeda motor dan langsung mengenakannya untuk berdua karena khawatir basah. sepertiga perjalanan si dewasa merasa tidak nyaman sebab si anak terlihat masih terguyur hujan dari arah samping. maka dengan segera ia arahkan sepeda motornya di dekat trotoar dan menghentikannya. si dewasa langsung melepas jas hujan dan memakaikan pada si anak, si anak dengan terkejut keheranan karena melihat si dewasa mulai basah kuyup, ia mulai bertanya,"samean gimana?" namun si dewasa memerintahkan untuk segera bersiap duduk diatas sepeda motor. si anak memiliki kebiasaan tidur ketika diatas sepeda motor maka ia mendudukkannya di depan, dengan menyetir si dewasa mendekap erat si anak dengan satu tangan yang lain karena takut terjatuh ketika ia mengantuk, selain itu si dewasa juga takut si anak kedinginan. sepanjang 70KM di waktu berangkat dan pulang seperti itulah posisi mereka. ketika si dewasa merasa tangannya lelah, ia membangunkan si anak sejenak sebelum si anak kembali mengantuk dan kembali membutuhkan rengkuhan.
di tengah perjalanan pulang itu, seseorang meneriaki mereka samar-samar, tanpa berhenti si dewasa pun mencoba mengecek kalau-kalau mungkin ada yang salah dengan sepeda motornya. namun mereka tak beruntung, karena tidak melihat fokus ke depan, tanpa sadar sepeda motor mereka mengarah semakin kesamping dan alhasil mereka berdua terjatuh dan terperosok pada lubang yang lumayan dalam antara aspal dan trotoar jalan. sepeda motor itu terjepit antara aspal dan trotoar jalan yang masih berupa tanah keras. si anak terdorong ke depan dan terjepit di celah sepeda motor matik. si dewasa panik bukan kepalang, dingin dan jatuh sangat ia khawatirkan terjadi pada si anak, sekarang yang terjadi malah terjatuh dan terjepit. dengan segenap sakit dan gemetar yang ada, ia dibantu untuk berdiri oleh beberapa orang yang segera berhenti dan menolong mereka. namun setelah mampu berdiri si dewasa segera mencoba menarik si anak dari sepeda motor matic itu, nihil, tenaganya masih belum terkumpul untuk mampu menarik. hingga akhirnya orang yang menolong si dewasa berhasil menaikkan sepeda motor mereka dan mengangkat si anak. si dewasa mengeluarkan si anak dari jas yang membungkus tubuh si anak, dan mencoba melihat jika ada satu luka di tubuh si anak, namun si anak malah bertanya, "samean ndak apa?jangan pikirin aku, coba lihat kaki pean"
hati si dewasa tersentak, "bagaimana bisa dia lebih mengkhawatitkan aku daripada dirinya sendiri?". ia pun kembali menyetir sepeda motornya dengan memeluk erat anak itu sembari berkata, "Terima kasih Allah telah Kau jaga malaikat kecilku bahkan dari kepedihan luka sebesar ujung kuku."
mungkin sedikit membingungkan sebutan nama dari tokoh kisah singkat yang telah dipaparkan, tapi itulah secuil kisah klasik kasih kakak kepada adiknya dan adik kepada kakaknya. adik kakak yang tidak pernah rukun ketika bersama di dalam satu atap. kakak yang selalu beranggapan memiliki adik yang paling menyebalkan. adik yang selalu beranggapan memiliki kakak yang egois. ternyata semua keburukan yang terlihat itu adalah cara mereka menutupi kasih sayang yang sangat besar. inilah kakak yang sebenarnya, yang tidak pernah rela melihat airmata adik mengalir. jika boleh diutarakan dengan istilah yang kasar maka kakak akan bilang, "Siapapun yang bikin adikku nangis, Ku bunuh dia! Ku habisi dia!"
My Beloved Brother's : Akmal Zahir bin Hamid Al-Muhdlor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar